Sabtu, 31 Maret 2012

Guinness Record Lahir Karena Terinspirasi Oleh Burung


Rekor dunia yang banyak sudah diabadaikan oleh buku Guinness Record. Masuk dalam salah satu halaman buku Guinness Record jelas menjadi prestasi tersendiri bagi yang bersangkutan. Tapi tahukah Anda, ternyata buku yang merekam rekor-rekor dunia itu ternyata lahir dari sesuatu yang sangat santai.

Dari obrolan ringan yang terselip di sebuah pesta pada tahun 1951 di kampung Wexford, Irlandia, ide untuk membuat Guinness World Record itu muncul. Saat itu Sir Hugh Beaver (yang kemudian menjadi managing director pabrik bir, Guinness) bertanya soal burung target buruan yang terbang paling cepat di Eropa.

Saat itu, berburu buruang merupakan salah satu olah raga yang cukup populer. Selain untuk olah raga, berburu burung juga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Sebagian burung yang berhasil diburung, dimasak menjadi hidangan.

Sir Hugh saat itu yakin, walaupun sudah membongkar-bongkar koleksi buku di perpusatkaan, pertanyaan itu tidak akan terjawab. Dia juga sangat meyakini bahwa banyak sekali pertanyaan serupa di dunia ini yang tidak terjawab seperti soal burung tercepat itu.

Dari sinilah, dia kemudian terpikir untuk menyusun buku yang isinya tentang segala sesuatu di dunia ini yang ‘serba paling’ (superlative).  Sir Hugh berharap, buku itu bisa menjawab semua pertanyaan yang selama ini tak terjawab, sehingga bakal memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan ide tersebut Sir Hugh menunjuk dua orang ‘si kembar pencari fakta’ sekaligus sebagai editor. Mereka adalah Norris dan Ross McWhirter yang berkebangsaan Inggris. Setelah bekerja sekitar lima tahun keduanya berhasil menuntaskan edisi pertama ‘The Guinness Book of Records’. Pada tanggal 27 Agustus 1955, buku edisi perdana diluncurkan dan di akhir tahun 1955 menempati urutan pertama buku best seller di Inggris saat itu.

Respons masyarakat pun sangat positif terhadap buku yang pada edisi-edisi terbaru berubah menjadi ‘Guinness World Record’. Menurut data guinnessworldrecord.com, setiap tahun rata-rata buku tersebut laku terjual 3,5 juta eksemplar. Sedangkan websitenya, setiap tahun dikunjungi 11 juta unique visitor. Di Inggris tahun ini terdapat 11 juta keluarga yang menyimpan buku tersebut.

Tidak hanya berupa buku, dalam perkembangannya, Guinness Record in juga menjadi tayangan televisi yang menarik puluhan juta pemirsa. Dari rekor-rekor yang tercatat dalam buku tersebut, terlihat betapa dunia ternyata lebih dari sekadar fakta sederhana yang terlihat sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM