Sabtu, 31 Maret 2012

Dibalik Lahirnya Angry Birds


Angry Birds jadi game paling populer tahun ini. Dengan diunduh oleh ratusan juta gamer, Angry Birds telah meraup sukses besar di dunia. Salah satu faktor yang membuatnya bisa begitu populer adalah game tersebut bisa dimainkan oleh hampir semua kelompok umur dan kalangan.

Game ini dimainkan dengan melontarkan burung (angry birds) menggunakan ketapel untuk menghancurkan babi yang terlindung di dalam kandang. Semakin cepat babi bisa dihancurkan, dan semakin sedikit burung yang digunakan, nilainya akan semakin tinggi. Peringkat nilai ditandai dengan jumlah bintang. Skalanya mulai dari satu bintang hingga tiga bintang.

Meski sederhana cara memainkannya, ternyata proses untuk melahirkan game ini telah berjalan sejak tahun 2003. CEO Rovio (studio game menciptakan Angry Birds), Mikael Hed, mengungkapkan bahwa kisah lahirnya Angry Birds bermula dari keahilan Nicholas, yang tidak lain adalah keponakan Mikael.

Di tahun itu, Hewlett-Packard dan Nokia membuat kompetisi membuat game. Nacholas lalu mengajak teman-temannya untuk ikut kompetisi dan mereka menang. Di akhir 2003, mereka lalu didukung Mikael untuk bersama-sama memproduksi game. Sekitar tahun 2005, Mikael keluar. Pembuatan game tetap berlangsung, tapi tidak ada yang populer.

Awal tahun 2009, Mikael kembali bergabung untuk membesarkan perusahaan yang berbasis di Finlandia itu. Saat itulah Mikael mendorong timnya untuk terus maju. Saat itu dia sempat berhasil bekerja sama dengan industry besar seperti Electronic Arts dan Digital Chocolate.

Lalu bagaimana prosesnya hingga Angry Birds bisa lahir? Kepada PCworld Mikael mengungkapkan bahwa saat itu perusahaannya terlalu sibuk dengan kontrak untuk menyelesaikan proyek perusahaan lain. Cara itu dinilainya tidak cukup menyehatkan bagi Rovio. Mikael lalu mengurangi banyak kontrak dan mulai berpikir untuk secara internal membuat proyek sendiri, yang tidak lain dan tidak bukan adalah membuat game.

Proposal dari para anggota tim pun berdatangan ke meja Mikael. Semua proposal game yang diterima, kata Mikael, sangat bagus. Lalu dia mengumpulkan timnya untuk memilik proposal terbaik. Ternyata semua anggota tim suka dengan karakter burung. Akhirnya diambillah proposal game yang menggunakan karakter burung itu.

Pertemuan tim berjalan semakin intensif untuk menentukan karakter burung yang akan digunakan, serta cara memainkannya. Setelah melihat banyak referensi game, lalu tim sepakat untuk menggunakan karakter Angry Birds dan menemukan cara memainkannya. Sejak Maret 2009, game itu mulai diprogram. Saat awal dibuat tim ini beranggotakan 10 orang, tapi begitu menjelang proyek berakhir anggota tim berkurang menjadi lima orang.

Saat awal diuji coba, Mikael sempat merasa bahwa Angry Birds bukanlah game yang diinginkannya. Namun ternyata begitu diluncurkan Desember 2009, game ini langsung menduduki urutan pertama game terpopuler di Finlandia. Pada Februari 2010, Angry Birds menjadi game terpopuler di Amerika. Saat itu, penjualannya sudah mencapai 5 juta dolar AS. Makin hari, popularitasnya pun menanjak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM