Sabtu, 31 Maret 2012

Prakiraan Cuaca Diperkenalkan Oleh Bangsa Babylonia



Cuaca punya pengaruh besar terhadap dinamika kehidupan manusia. Karena itulah, setiap informasi yang terkait dengan perkembangan cuaca menjadi menarik perhatian banyak orang. Siaran-siaran prakiraan cuaca di banyak media pun mendapatkan rating tinggi.

Tradisi membuat prakiraan cuaca sudah berjalan sejak 650 tahun sebelum masehi. Berdasar dokumen situs lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, Babilonia menjadi bangsa di dunia ini yang pertama kali membuat prakiraan cuaca. Mereka mendasarkan prakiraan cuacanya itu berdasar perilaku alam yang kasat mata seperti awan, lingkaran halo, dan sebagainya.

Sekitar 300 tahun sebelum masehi, tradisi serupa dikembangkan di Cina. Saat itu para astronom Cina membuat kalender tahunan yang memuat 24 festival. Masing-masing festival menyimbolkan kondisi cuaca yang berbeda-beda.

Secara lebih akademik, persoalan prakiraan cuaca ini dituliskan pertama kali oleh filosof Yunani, Aristoteles 340 tahun sebelum masehi. Saat itu dia membuat buku berjudul Meteorogica. Di dalamnya termuat pembahasan soal hujan, awan, angin, petir, dan perilaku alam lainnya. Sebagai tambahan juga dimuat bab tentang astronomi, geografi, dan kimia.

Setelah era Aristoteles, eksperimen untuk membaca cuaca pun terus berkembang. Di abad pertengahan, banyak perangkat dibuat untuk mengukur perilaku alam secara akurat. Nicholas Cusa (1401-1464) menjadi ilmuwan pertama yang membuat alat pengukur kelembaban udara bernama higrometer.

Penemuan alat ini kemudian disempurnakan oleh Galileo Galilei (1564-1642) dengan membuat alat pengukur suhu, termometer pada tahun 1592. Pengukuran cuaca menjadi semakin lengkap dengan ditemukannya alat pengukur tekanan udara, barometer, pada tahun 1643 oleh ilmuwan Italia Evangelista Torricelli (1608-1647).

Alat-alat tersebut menjadikan pengukuran cuaca menjadi lebih sempurna. Apalagi, penemuan ini kemudian diikuti dengan dibangunnya jaringan telegram pada pertengahan abad ke-19 yang memungkinkan laporan prakiraan cuaca disebuar lebih luas. Akhirnya, pada tahun 1860 lahirlah sistem informasi cuaca dunia yang dihasilkan dari analisis secara simultan atas berbagai perilaku alam.

Memasuki abad ke-20, media massa menjadi salah satu kekuatan dominan. Tidak ketinggalan, informasi prakiraan cuaca pun memanfaatkan sarana ini untuk jadi rujukan umat manusia. Radio BBc menjadi media massa pertama yang membuat siaran prakiraan cuaca. Pada 14 November 1922 siaran ini mengudara yang skripnya disiapkan oleh Met Office. Sejak 26 Maret 1923, siaran cuaca menjadi menu harian radio BBC.

Sukses di radio, BBC kemudian menyiarkan hal yang sama untuk televisi. Pada 11 November 1936 siaran prakiraan cuaca muncul untuk pertama kalinya di televisi lewat channel BBC. Selama Perang Dunia II, televisi milik BBC tutup, maka siaran prakiraan cuaca pun berhenti. Barulah pada Juli 1949, siaran ini dimulai kembali. 

George Cowling menjadi penyiar pertama di dunia yang membawakan acara prakiraan cuaca di televisi BBC. Dia mulai dikenalkan kepada publik pada 11 Januari 1954. Sejak saat itulah program prakiraan cuaca di berbagai platform media menjadi menu penting yang disimak banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM