Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Ondel-Ondel

Boneka raksasa yang sering diarak keliling kampung oleh warga Betawi ternyata awalnya disebut Barongan. Tak ada yang tahu pasti arti kata tersebut. Mungkin berasal dari kata "Barengan" yang berarti bareng-bareng atau sama-sama.
Sebutan itu datang dari kalimat ajakan dalam logat Betawi “Yok, kita ngarak bareng-bareng”.  Sejak kapan kemunculannya? Yang jelas boneka raksasa ini sudah ada sejak VOC mulai masuk ke Indonesia.



Pedagang dari Inggris, W. Scot, mencatat dalam bukunya jenis boneka seperti ondel-ondel sudah ada pada tahun 1605.
E.R. Scidmore, wisman asal Amerika yang datang ke Jawa dan tinggal cukup lama di Batavia, pada penghujung abad ke 19, melaporkan dalam Java, The Garden of The East, adanya pertunjukan seni jalanan di Betawi berupa tarian.
Schidmore tidak menyebut secara jelas apa jenis tarian yang bermain di jalanan itu. Namun dpat diperkirakan bahwa kesenian itu adalah ondel-ondel, mengingat tarian itu bermain di jalanan.
Almarhum Benyamin S, penyanyi legendaris lagu-lagu Betawi sontak menyebutnya Ondel-ondel. Sang almarhum tentu tak bermaksud mengubah sebutan boneka Betawi itu. Namun, tokoh dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang bermain bersama Rano Karno itu, begitu besar pengaruhnya, sehingga sebutan untuk Ondel-ondel untuk boneka raksasa itu lebih populer ketimbang Barongan.
Dan, inilah lagu "Ondel-Ondel" yang sangat populer tersebut. Akhirnya lagu ini seolah menjadi lagu tradisional Betawi:


Nyok, kite nonton ondel-ondel
Nyok, kite ngarak ondel-ondel
Ondel-ondel ade anaknye
Anaknye ngigel ter-iteran

Mak, bapak ondel-ondel ngibing
Ngarak penganten disunatin
Goyangnye asyik endut-endutan
Nyang ngibing igel-igelan

*
Plak gumbang gumplak plak plak
Gendang nyaring ditepak
Yang ngiringin nandak
Pade surak-surak….

Tangan iseng ngejailin
Kepale anak ondel-ondel
Taroin puntungan
Rambut kebakaran….

Anak ondel-ondel jejingkrakkan
Kepalenye nyale bekobaran
Yang ngarak pade kebingungan
Disiramin aer comberan….


Bahan pembuat Ondel-Ondel
Bahan untuk membikin Ondel-ondel sangat sederhana. Biasanya mukanya terbuat dari kayu, kerangka badan dari bambu yang diikat kawat beton. Rambutnya dibuat dari ijuk, sementara kembang-kembangnya terbuat dari kembang kertas minyak atau kertas kado yang mengandung plastic agar tahan air.

Aslinya kerangka badan Ondel-ondel terbikin dari rotan, supaya kuat. Namun karena saat ini rotan sekarang mahal, maka diganti dengan bambu. Dulu, dalam sebuah penampilan Ondel-ondel cuma dibikin sepasang, laki-laki dan perempuan. Untuk menandainya, Ondel-ondel laki mukanya berwarna merah, Ondel-ondel perempuan mukanya berwarna putih, dengan tampang sederhana.
Dalam perkembangannya, bukan hanya gambar mata seperti mata manusia, lengkap dengan alis yang terbuat dari bulu, juga sekali muncul bisa lima sampai 10 pasang. Dengan ukuran standar, tingginya sekita tiga meter.

Pengusir Bala
Konon, dahulu Ondel-ondel biasanya minta madat. Namun karena madat atau ganja dilarang sebagai gantinya Ondel-ondel dikasih rokok lisong, dengan cara ditempelkan di mulutnya. Ondel-ondel juga bisa digunakan untuk menolak bala atau roh jahat. Konon wabah cacar itu habis, setelah orang-orang mengarak Ondel-ondel keliling kampung.

Sumber:
Asosiasi Tradisi Lisan
http://unay.blogspot.com
http://babyrabz.wordpress.com
http://herryashari.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM