Selasa, 15 Mei 2012

Sebelum Pesawat Menabrak Gunung, Pilot Sukhoi Diduga Melompat


Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak masih menyisakan banyak misteri yang perlu diungkap. Salah satunya adalah misteri tentang posisi pilot yang menerbangkan pesawat naas itu.


Sebagaimana diberitakan VIVAnews, Pilot pesawat Sukhoi Superjet 100 asal Rusia itu diduga melompat dari pesawat sebelum tabrakan dengan gunung terjadi. Jasad Sang Pilot ditemukan oleh tim Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) yang tergabung dalam Tim Charlie yang dikomandani oleh Sersan Dua Abdul Haris. Dia juga menemukan sebuah parasut tak jauh dari jenazah, juga tersangkut di pohon.

"Kan kalau pilot itu dipersiapkan juga parasut," kata Haris ketika berbincang dengan VIVAnews di Posko Pusat Evakuasi Embrio Penangkaran Sapi, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.

Lokasi penemuan jenazah terduga pilot itu berada lima km dari lokasi pesawat menabrak tebing di Puncak Manik.

Salah seorang anggota Brimob Polda Jawa Barat juga menduga, ada kemungkinan pilot tersebut lompat dari pesawat sebelum menabrak tebing yang memiliki kemiringan 85 derajat tersebut.

"Lokasi Curug Nangka tempat jenazah itu, jauh dari tebing yang ditabrak pesawat, sekitar 5 km. Ada kemungkinan pilot itu lompat sebelum pesawat menabrak tebing," kata anggota brimob yang menjadi bagian dari Tim Alpha yang diberangkatkan pertama kali dari Posko Embrio untuk mengevakuasi korban di Gunung Salak.

Haris menduga jenazah itu pilot karena ada beberapa indikasi yang mengarah ke situ. Selain parasut sebagai indikasi pertama, Haris juga memastikan, bahwa kulit wajah dan rambut jenazah itu berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya.

"Itu orang bule," ucapnya. "Indikasi lainnya, kami juga menemukan identitas atas nama pilot itu. Identitas itu kami temukan dari dalam dompet di saku korban," kata dia.

Pilot Sukhoi nahas itu adalah Alexander Yablontsev, yang telah memiliki lebih dari 14 ribu jam terbang. Haris mengatakan, jenazah Yablontsev hancur dari pinggang ke bawah. Bagian kepala belakang juga tidak utuh.

Jika dugaan ini terbukti, maka tanggung jawab sang pilot patut dipertanyakan karena meninggalkan pesawat dan penumpangnya, meskipun dia sendiri ikut tewas. Kita tunggu saja hasil penyelidikan dan investigasi dari pihak berwenang.

Sumber berita & foto: VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM