Kamis, 05 April 2012

Pudarnya Fungsi Penyelamat Pada Screen Saver


Screensaver kini jadi bagian tak terpisahkan dari hampir semua layar komputer. Tampilan sementara saat layar komputer tidak difungsikan itu bahkan sudah menjadi salah satu elemen untuk membuat komputer menjadi lebih personal. Banyak orang mewakilkan perasaan atau pemikirannya pada gambar-gambar yang tampil di screensaver.

Tak hanya itu, screensaver juga sudah menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Banyak industri digital yang kemudian menciptakan screensaver berkualitas tingga, dan menjualnya kepada publik. Mereka yang menginginkan sreensaver pilihan itu cukup mengunduhnya dengan membayar sejumlah harga. Bisnis screensaver telah menjadi industri penting yang ikut menghidupkan jagad digital.

Belakangan, sreensaver juga menjadi medium yang dipercaya cukup efektif untuk beriklan. Karena itu banyak pelaku bisnis yang mengiklankan produk-produk atau komoditasnya melalui gambar-gambar menarik yang bisa diunduh gratis sebagai sreensaver. Dengan tampilan gambar yang bagus, tak jarang pengguna komputer tetap mengunduhnya meski jelas-jelas bermuatan iklan.

Darimana nama screensaver itu muncul? Saat pertama muncul, orang belum menyebut produk digital itu dengan istilah screensaver. Produk ini pertama kali muncul saat layar-layar digital mulai digunakan untuk pesawat televisi yang mulai memasyarakat sekitar tahun 1950-an. Saat itu, jika layar dinyalakan terlalu lama bisa rusak dan masih menggunakan teknologi tabung katoda.

Dari situ kemudian terpikir untuk membuat layar otomatis mati atau kosong, begitu tidak mendapat perlakuan apa-apa dalam waktu tertentu. Cara seperti ini rupanya cukup efektif untuk menyelamatkan layar. Dari sinilah kemudian tampilan hitam (kosong) pada layar itu dinyatakan sebagai penyelamat layar atau screensaver.

Menurut catatan situs www.coolscreens.com, perubahan besar screensaver baru terjadi tahun 1989. Saat itu, berdasar artikel yang termuat dalam screensaver-review.toptenreviews.com, Bill Stewart dan Ian MacDonald dari Software Dynamics membuat produk berukuran 16 bit berisi gambar pengisi layar komputer saat diam. Keduanya menamakan produknya ini Magic Sreensaver.

Dari sinilah kemudian screensaver terus berkembang dalam berbagai bentuk. Di pertengahan tahun 1990-an mulai muncul gambar animasi 3D untuk screensaver. Steve Gibson adalah pelopor screensaver 3D ini dengan karyanya CrimaZone.  Karya yang hanya  berukuran 132 kb ini memungkinkan diunduh oleh komputer berkapasitas rendah sekalipun.

Karya ini kemudian diikuti oleh Galcier Point Software dengan karya screensaver bernama Night Bird. Screensaver ini berukuran 334 kb yang juga memungkinkan dipakai oleh banyak layar komputer. Berikutnya banyak sekali berkembang screensaver bergambar 3D. Makin lama, bahkan ukuran screensavernya juga menjadi semakin besar hingga 47 gb.

Makin hari, fungsinya sebagai penyelamat layar monitor pun menjadi semakin pudar. Kebetulan, daya tahan layar digital semakin hari juga semakin baik. Kemajuan teknologi memungkinkan monitor digital bisa terus bekerja berjam-jam. Pada akhirnya, screensaver lebih banyak berfungsi sebagai penghias layar saat didiamkan.
sumber: http://www.asalmulane.com/2012/03/pudarnya-fungsi-penyelamat-pada.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM