Sabtu, 28 April 2012

Lockout, Aksi Futuristik Karya Luc Besson

film, lockout, futuristik, review
Lockout, Aksi Futuristik Karya Luc Besson
Pada umumnya, kisah film ini bercerita mengenai sebuah pengkhianatan negara terhadap salah seorang agen rahasia terbaiknya. Agen Snow, diperankan oleh Guy Pearce, adalah seorang agen rahasia terbaik yang dimiliki CIA. Namun, ia menemukan sebuah fakta yang mengejutkan. Ia mendapati bahwa CIA tengah melakukan sebuah operasi terlarang. Agensi intelejen tersebut tak tinggal diam. Atas nama pemerintah, mereka menangkap Snow demi menjaga rahasia da menjebloskannya ke dalam penjara di luar angkasa. Sebuah perlakuan yang membuat Snow sadar bahwa ia terlibat konspirasi.

Sementara itu, putri presiden Amerika Serikat pada saat itu, Emilie Warnock (Maggie Grace), berniat untuk mengunjungi dan melakukan sejenis wawancara dengan para kriminal di penjara luar angkasa. Untuk menjalani inspeksi tersebut, Emilie harus menyamar menjadi salah seorang tahanan demi menutupi identitas aslinya.

Namun sayang, sebuah aksi pemberontakan terjadi bertepatan dengan kunjungan sang putri presiden dan membuat jiwanya terancam. Apalagi setelah para kriminal mengetahui bahwa ia adalah seorang putri presiden. Beruntung, Emilie bertemu dengan Snow yang dipenjara di tempat yang sama dan dalam waktu bersamaan pula.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah Amerika Serikat memberikan perintah kepada Snow untuk menyelamatkan Maggie. Bila Snow mampu menjaga Maggie di tengah-tengah kekacauan di penjara luar angkasa tersebut, maka pemerintah akan mengampuni semua kesalahan dan menghapus segala tuduhan aksi pengkhianatan Snow.

Film ini berangkat dari sebuah ide yang dimiliki oleh seorang spesialis film-film aksi asal Perancis bernama Luc Besson. Dengan curriculum vitae yang terlihat sangat baik di dunia sinema, terutama genre action/espionage, Besson kini kembali lagi dengan membawa film aksi futuristis yang akan membuat Anda terkagum-kagum akan kejeniusannya.
Luc Besson sendiri adalah nama yang berdiri di belakang film-film aksi populer. Ia telah menyutradarai film aksi “Leon: The Professional” yang mendapat banyak pujian dari para kritikus film, “The Fifth Element” yang dibintangi oleh Bruce Willis pada 1994, dan karya terakhirnya di 2011 adalah dengan mengarahkan film “The Lady” yang bercerita tentang perjuangan Aung San Suu Kyi.

Selain bertindak sebagai sutradara, Besson juga sering bertindak sebagai penulis skenario dan produser. Sebut saja trilogi “Transporter” yang dibintangi Jason Statham dan juga film aksi “Taken” yang diperankan aktor gaek, Liam Neeson. Kedua judul tersebut adalah dua film yang mendapat sentuhan magis seorang Luc Besson.

Namun dalam film ini, Besson hanya menyumbangkan ide dan menyerahkan semua eksekusi kepada duo sutradara James Mather dan Stephen St. Leger. Tidak mengenal kedua nama tersebut? Wajar, karena sebelum menangani film futuristis ini, Mather dan St. Leger hanyalah dua sutradara yang menangani film sci-fi dengan dana minim berjudul “Prey Alone” yang sempat naik daun di dunia internet.
Film ini memang akan terdengar biasa saja. Kita sudah sering menonton film-film aksi dengan latar belakang agen pemerintah yang dikhianati oleh agensinya sendiri. Tetapi, dengan nama Luc Besson di belakang layar, rasanya film ini akan mempunyari rasa yang berbeda.


(andreas@oktomagazine.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM