Menyukai
berbagai game dengan setting Eropa Abad pertengahan? Atau menyukai
berbagai film dengan setting yang sama? Pada tulisan kali ini, saya akan
mengangkat topik tentang kehidupan masyarakat Eropa abad pertengahan.
Secara
umum, Abad pertengahan dimulai pada sekitar tahun 476 sampai dengan
1453, namun perkiraan tahun ini juga bisa berubah-ubah sesuai dengan
sumber apa yang dipakai.
Lokasi ideal untuk membangun suatu kota atau desa
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin membangun kota atau desa pada abad pertengahan, diantaranya :
a. Letaknya dekat dengan suatu kastil
Jika
kota/desa dekat dengan suatu kastil, maka anda akan mendapatkan
perlindungan dari para prajurit dan ksatria di dalamnya. Aman dari para
penjarah dan penjahat tentu saja. Selain itu, dapat menarik banyak
pedagang untuk melakukan transaksi di sana, dan tentu saja bisa menarik
lebih banyak penduduk di sana. Banyak penduduk tentu makin banyak pajak
yang bisa ditarik. Jika penduduk tak mendapatkan perlindungan, maka
mereka bisa meninggalkan kota itu kapan saja.
b. Terletak di area tinggi
Jika
kota/desa itu terletak di area yang lebih tinggi, maka ada kelebihan
yang bisa didapat. Anda akan lebih mudah melihat musuh yang datang dari
kejauhan. Maka dapat melakukan persiapan lebih matang jika musuh
menyerang. Selain itu, dengan letaknya yang tinggi, musuh akan lebih
sulit menyerang.
c. Dekat dengan sumber air
Air
adalah elemen penting kehidupan. Sangatlah baik jika kota/desa dekat
dengan sungai, maka warga anda akan lebih mudah mengambil air, dan tentu
lebih mudah mendapat suplai air bersih. Selain itu, sungai yang lebar
dengan arus yang deras berfungsi sebagai benteng alam yang melindungi
dari serangan musuh.
d. Dekat dengan sumber alam
Untuk
membangun rumah, maka diperlukan batu-batu dan kayu, Batu selain lebih
kuat dari serangan musuh, dapat juga dipakai untuk tembok pelindung, dan
juga sebagai senjata. Kayu selain mudah dimanfaatkan, juga berguna
untuk membuat api di tungku. Kayu juga bisa menjadi senjata dan menjadi
berbagai peralatan seperti palu dan kapak.
e. Tanah yang gembur dan subur
Tentu
selain sumber air, makanan adalah yang penting untuk manusia. Makanan
bisa didapat dari alam, misalnya memburu hewan atau memancing. Namun
perlu juga menanam berbagai sayuran dan tumbuhan lainnya. Gandum adalah
makanan pokok masyarakat saat itu, sama seperti nasi untuk kita. Tanah
yang subur tentu akan membuat menanam lebih mudah.
2. Rumah pada abad pertengahan
Ada
perbedaan pada rumah-rumah yang dimiliki rakyat biasa dan para
bangsawan atau tuan tanah. Yang membedakan adalah dari bahan apakah
mereka dibuat. Hanya sedikit rumah pada masa itu yang masih bertahan,
karena bahan-bahan yang membuatnya tidak bertahan lama. Rata-rata yang
masih bertahan adalah rumah-rumah para bangsawan, karena terbuat dari
batu.
a. Rumah para bangsawan
Gambar
di atas adalah rumah dari abad ketigabelas yang sudah direkronstruksi
ulang. Rumah itu dihuni oleh sang pemilik rumah dan para pelayannya. Ada
2 ruangan, yang satu terdapat sebuah perapian adalah ruang utama.
Sedangkan yang satunya lagi terdapat sebuah tungku batu. Keadaan di
dalam rumah sangat sumpek dan penuh asap, karena hanya ada satu jendela
dan tidak ada cerobong asap. Hewan-hewan peliharaan mereka biasanya
diletakan di sebuah kandang kayu di luar rumah.
Sesudahnya,
rumah para bangsawan ini mengalami perubahan yang lebih baik. Sekarang
rumah2nya terbuat dari batu bata, namun perlu diingat di sini batu bata
masihlah mahal, jadinya rumah-rumah itu setengahnya dibuat dari kayu.
Rumah-rumah ini dikenal sebagai Tudor House.
Rumah
Tudor ini memiliki atap yang terbuat dari jerami atau ilalang yang
ditumpuk-tumpuk di atas rangka atap. Rumah Tudor juga memiliki jendela
dan cerobong asap. Namun hanya rumah-rumah Tudor yang dimiliki oleh yang
amat kaya yang memiliki jendela dari kaca. Kaca saat itu sangatlah
mahal. Jika tidak mampu membeli kaca, maka sebagai penggantinya
dipakailah kayu yang bisa dibuka dan ditutup. Rumah ini biasanya
memiliki lebih dari 1 lantai.
b. Rumah para rakyat biasa
Awalnya,
rumah rakyat biasa hanya terbuat dari ranting kayu, atau jerami, atau
dari lumpur. Mereka tidak mampu membayar orang untuk membangun rumahnya,
maka mereka sendirilah yang membangunnnya. Hanya ada satu ruangan, dan
juga termasuk tempat menaruh hewan mereka.
Namun
pada tahun 1348, wabah Black Death yang menewaskan banyak warga membuat
turunnya populasi, dan menyebabkan makin sedikitnya orang yang bisa
menggarap lahan sang kaya raya. Sehingga akhirnya, para tuan tanah itu
membayar lebih mahal, karena upahan makin sedikit dan langka. Karena
bertambahnya jumlah pemasukan mereka, para rakyat ini mampu membangun
rumah yang lebih baik lagi yang terbuat dari Wattle and Daub.
Wattle
and Daub di sini adalah rumah yang terbuat dari kayu-kayu yang
dilapisi/dilumuri oleh campuran air, tanah, tanah liat pasir, dan
jerami. Kemudian ditutupi oleh lumpur, dan jika mengering nanti, akan
menjadi dinding yang lebih keras.
Kehidupan Masyarakatnya dan pembagian kelas :
Rakyat
biasa pada abad pertengahan, mereka terbagi atas kasta-kasta tertentu
dan memakai sistem mengabdi kepada sang pemilik tanah :
1. orang-orang bebas
Mereka
berjumlah sangat sedikit, mereka membayar dan menyewa tanah kepada sang
pemilik tanah, dan mereka hanya memiliki sedikit atau tidak ada sama
sekali kewajiban yang harus mereka lakukan kepada sang tuan tanah
2. petani/cottars
Mereka memiliki sebuah rumah yang mereka sewa dari tuan tanah, dan memiliki tanah milih tuan tanah yang harus mereka garap
Dalam
masyarakat abad pertengahan, seorang anak akan tinggal bersama keluarga
mereka, namun karena wabah penyakit yang menyebabkan anggota keluarga
anak itu meninggal, dia bisa saja tinggal bersama saudaranya yang lain.
Anak itu juga bisa saja diasuh oleh kakek-neneknya jika orang tua mereka
sudah meninggal sejak mereka masih kecil.
Pendidikan
memang terbatas, sangat sedikit yang bisa bersekolah. Anak-anak rakyat
biasa biasanya bekerja di ladang atau membantu merawat adik-adiknya.
Sedangkan yang berasal dari keluarga yang agak kaya, ada beberapa dari
mereka yang menjadi biarawan-biarawati. Di biara, mereka bisa
mendapatkan pendidikan baca dan tulis. Jika berasal dari keluarga yang
amat kaya, biasanya akan mendapatkan pendidikan secara privat di rumah.
Para
remaja abad pertengahan biasanya juga bekerja diladang, atau juga bisa
membantu pekerjaan orang-orang sekitarnya, misalnya membantu memberi
makan hewan. Mereka juga bekerja sebagai pelayan di keluarga yang kaya.
Atau mereka juga sebagai trainee pandai besi. Rata-rata, mereka tinggal
dengan orang yang memperjakan mereka.
Orang-orang abad pertengahan
Inilah mereka, yang hidup di masa abad pertengahan.
1. Raja
Raja
atau bangsawan yang memerintah atas suatu daerah. Untuk melindungi
daerahnya dari serbuan orang asing, maka dia memberikan kuasa kepada
para vassal. Vassal diberikan kekuasaan, sebagai gantinya mereka harus
melindungi daerah milik sang raja.
2. Vassal
Vassal
diberikan sejumlah tanah dari raja. Tanah itu disebut fiefs. Vassal
memiliki kekuasaan atas fiefs mereka, dan bisa sebagai 'raja kecil'.
Bisa saja, ada orang yang menjadi vassal, tetapi juga sekaligus dia
adalah seorang raja di tempat lain.
3. Ksatria
Ksatria
adalah para petarung yang melindungi suatu wilayah. Ksatria berjanji
setia kepada sang raja dan raja juga memberikan wilayah kepada mereka.
Tidak sembarangan orang bisa menjadi ksatria, hanya anak-anak dari
bangsawan yang bisa. Mereka dicalonkan sebagai ksatria dari usia 7
tahun, dan mendapat berbagai pelajaran dan berbagai ilmu seperti ilmu
pedang. Di usia 13-14 tahun, mereka menjadi squires dan mulai berlatih
bertempur di atas kuda. Dan pada usia 21 mereka ditahbiskan menjadi
ksatria. Upacaranya dengan berlutut di hadapan sang raja, dan berjanji
setia, dan raja memberikan mereka gelar sambil menaruh pedang di atas
bahunya.
4. Wanita bangsawan
Mereka
adalah istri atau anak dari bangsawan. Mereka mengurusi rumah tangga
dan mengurusi anak. Mereka juga bisa menolong dan membantu yang sakit.
Dalam beberapa kasus, ada juga wanita bangsawan yang bisa mempunyai
tanah mereka sendiri, yang merupakan warisan dari suami atau orang
tuanya. Wanita bangsawan juga bisa sebagai wakil dari raja atau si
bangsawan itu jika mereka sedang tidak ada di tempat. Wanita itu bisa
memerintah dan bahkan jika disuruh oleh rajanya, dia bisa mengirimkan
ksatria dan prajurit ke medan perang.
5. Uskup(bishop)
Uskup
adalah pemimpin gereja, yang berada dibawah kuasa Paus dan Uskup Roma.
Uskup rata-rata dari kalangan bangsawan. Uskup membawahi para pastur
gereja, biarawan, dan suster dan mengurusi urusan administrasi gereja.
6. Pastur
Pastur yang melakukan berbagai kegiatan rohani di gereja seperti memimpin misa, kotbah.
7. Biarawan dan biarawati
Biarawan
dan biarawati adalah pria dan wanita yang menyerahkan seluruh hidup
mereka kepada Tuhan dan tinggal di asrama atau biara. Mereka hidup
sangat sederhana. Mereka tidak menikah, dan mereka sangat mencurahkan
hidupnya untuk Tuhan. Mereka juga bisa sebagai dokter yang menyembuhkan
orang sakit dan menolong yang miskin.
8. Friars/bruder
Nama
panggilan bagi seorang rohaniwan Katolik. Bruder biasanya termasuk ordo
Agustinus, Karmelit, Dominikan, Fransiskan, dan FIC. Perbedaan antara
bruder dengan biarawan ialah bahwa para bruder hidup dalam kesederhanaan
dan kesajahaan sebagai tanda kebaktian bagi komunitas, berbeda dengan
para biarawan yang pekerjaannya hanya berdoa dan bermeditasi saja. Pada
abad pertengahan, bruder berkeliling untuk menyebarkan ajaran dan berada
langsung di masyarakat.
9. Serf
Kebanyakan,
para petani adalah serfs. Mereka tinggal disuatu komunitas kecil yang
berada di suatu wilayah yang dipimpin oleh vassal atau raja. Hidup
mereka sangat diatur oleh si pemimpinnya, dan mereka tidak bisa pergi
dari sana atau menikah tanpa seijin tuan mereka. Serf menanami dan
memanen tanah tuan mereka, dan merawat ternak, memotong kayu bakar,
bekerja di ladang. Jika serf memiliki cukup uang, mereka bisa membeli
kebebasan mereka dan menjadi orang-orang bebas (freeman)
10. Pelayan
Pelayan
adalah orang yang bekerja di rumah si penguasa atau bangsawan. Dialah
yang melakukan kegiatan seperti memasak, mencuci, mengepel, dan kegiatan
rumah tangga lainnya.
11. Pedagang
Mereka
adalah pedagang yang berdagang benda-benda seperti hasil alam, garam,
besi, kain. Seiring berjalan waktu, barang-barang yang diperjual belikan
juga bervariasi.
12. Minstrels
Adalah
para penghibur yang berkeliling dari kota ke kota, dalam grup.
Rata-rata mereka adalah penyanyi atau pemain musik, tapi mereka juga
bisa melakukan aksi lainnya seperti pertunjukan akrobatis, menari,
bermain juggling. Minstrel memiliki nama yang menjadi pembeda
The Manor
Seorang
raja biasanya akan menyewakan sebidang tanah kepada seorang Baron.
Seorang Baron memiliki kuasa penuh atas tanah yang ia miliki, asalkan
dia tetap royal dan membayar kewajibannya kepada raja. Tanah itu disebut
Manor
a. Kastil
Kebanyakan para Baron membangun kastil besar untuk melindungi mereka dan keluarganya dari serangan musuh.
b. Gereja
Gereja
adalah bangunan utama dari manor. Agama utama saat itu adalah Katolik
Roma, maka sebuah bangunan gereja amat diperlukan. Para uskup(bishop)
saat itu sangat makmur dan sejahtera, mereka juga berpengaruh pada
pemerintahan. Sementara para pastur biasa hidup biasa saja dan tidak
semewah itu. Tugas mereka adalah merawat yang sakit dan berkotbah saat
Misa.
c. Manor House
Rumah sang Baron. Biasanya besar dan mewah, menunjukan status mereka sebagai penguasa.
d. Villein
Tanah-tanah
luas yang dimiliki oleh sang Baron biasanya digarap oleh para rakyat
biasa dan orang yang diupah oleh sang Baron. Rumah mereka dikelilingi
oleh halaman yang disebut 'toft' dan sebuah sebuah kebun yang disebut
'croft'. Mereka menggarap tanah, dan hasil buminya dipakai untuk
membayar pajak dan membayar uang kepada para ksatria. Rumah inilah yang
saya bahas pada tulisan tentang rumah-rumah rakyat biasa di atas itu.
Sistem hukum abad pertengahan
Menarik
sekali saat saya mencari tahu tentang bagaimana keadilan ditegakan saat
abad pertengahan, karena masih sangat 'primitif' sekali. Tidak ada
polisi dan lembaga hukum saat itu, jadinya masih sangat tergantung pada
masyarakatnya. Seperti hukum rimba saja gitu. Hukuman saat itu sangat
ngeri2, dan sudah saya bahas tentang berbagai alat penyiksaan abad
pertengahan yang sangat 'wow' itu.
The Manorial Court (Trial by Jury)
Sistem
ini mengingatkan saya kepada sistem sekarang. Namun, versi yang masih
kasarnya. Jika ada yang melanggar hukum, maka si terdakwa itu akan
dihadapkan pada tuan tanah sebagai hakim, lalu ada 12 orang juri yang
berasal dari warga yang sudah dipilih sendiri juga oleh warga. Para juri
itulah yang menentukan bersalah atau tidaknya si terdakwa itu, termasuk
hukumannya. Biasanya ini hanya untuk pelanggaran ringan.
The King's Court (Trial by Ordeal)
Sistem
ini dipakai jika pelanggarannya sudah berat sekali. Sang terdakwa akan
dihadapkan pada berbagai siksaan dan percobaan yang berat, jika terdakwa
itu berhasil lolos dan selamat dari siksaan itu, maka dia tak
bersalah.
a. Ordeal by Fire
Sang
terdakwa akan dipaksa untuk menggenggam sebatang besi panas,dan terus
memegangnya sambil berjalan beberapa langkah. Sebelumnya, tangan mereka
akan diperban terlebih dahulu. Beberapa hari kemudian, si terdakwa akan
dilihat kembali tangannya. Perban dibuka, dan jika tangannya menunjukan
tanda kesembuhan atau sudah sembuh maka dia bersih. Tapi, jika
sebaliknya, maka dia bersalah.
b. Ordeal by Water
Terdakwa akan dilemparkan ke dalam air. Jika ia mengapung, dia tidak bersalah. Jika ia tenggelam, maka ia bersalah.
c. Ordeal by Combat
Bertarung sampai mati. Pemenangnya adalah orang yang benar.
Kehidupan di dalam dan diluar kastil
Lalu
bagaimana kehidupan selama abad pertengahan itu? Kita bisa mendapat
gambaran melalui film-film, namun pada kenyataannya mungkin tidak
seperti pada film. Kehidupan pada masa abad pertengahan diwarnai dengan
berbagai hal seperti wabah penyakit Black Death yang hampir menyapu 3/4
populasi Eropa, sistem feodalisme, kurangnya pengetahuan tentang
kedokteran dan ilmu pengetahuan, dan perilaku yang buruk kepada kaum
wanita (karena wanita dihubungkan pada kegiatan ilmu sihir, witchcraft),
belum lagi dengan kurangnya makanan dan kelaparan. Belum lagi
masalah-masalah yang terdapat pada suatu desa atau suatu masyarakat. Dan
tentu kalian tahu banyak alat-alat penyiksaan mengerikan yang berasal
dari abad pertengahan. Alat-alat penyiksaan itu berbeda-beda di setiap
daerah dan negara.
Bagi
yang sering bermain game-game strategi dengan tema Eropa abad
pertengahan tentu tak asing dengan masyarakat yang hidup dalam kastil.
Dahulu, saat masyrakat belum tinggal di dalam suatu daerah yang
dikeliling kastil, banyak ancaman penjarahan dan perampokan, belum lagi
mudahnya diserang oleh musuh. Pada tahun 1066, kehidupan dalam kastil
mulai dikenal.
Namun
hidup dalam kastil juga melahirkan masalah tersendiri. Misalnya untuk
pembangunannya tentu memakai tenaga para rakyatnya. Suatu kastil
biasanya dimiliki oleh seorang bangsawan, dan para rakyat jelatanyalah
yang bekerja. Masalah-masalah yang dihadapi juga dari hal kesehatan.
Wabah penyakit yang menyebar, dan kurangnya pengetahuan tentang ilmu
kedokteran. Bahkan, mandi ternyata kurang dikenal selama masa abad
pertengahan Belum lagi dengan sanitasi dan MCK yang minim. Hidup dalam
kastil memang menawarkan perlindungan dari serangan bangsa-bangsa
barbar, tapi kastil tidak sehangat dugaan kita, apalagi ruangan bawah
tanahnya.
Jika
kastil sedang dalam masa perang, dan diserbu oleh pasukan musuh, timbul
masalah baru. Misalnya musuh akan memutus jalur air bersih, mengepung
kastil sehingga orang di dalamnya tak bisa keluar, atau melemparkan
tubuh mayat yang membusuk untuk menyebarkan penyakit.
Masalah kesehatan dan sanitasi
Kalian
tahu profesi priest dalam game Ragnarok Online? Ternyata, saat saya
mengadakan riset dan pencarian data tentang ilmu pengobatan semasa abad
pertengahan, saya terkejut. Para priest dalam game Ragnarok mengobati
pasiennya dengan cara 'mendoakannya', dan itu memang betul.
Ilmu
kedokteran memang sempat tak berkembang di masa abad pertengahan. Orang
miskin mendapatkan pengobatan seadanya, dan hanya orang2 kaya atau
bangsawan yang bisa mendapatkan pengobatan yang sebetulnya. Profesi
dokter amat jarang ditemui. Pasien hanya didoakan, tanpa pengobatan dan
obat2 yang memadai. Bagi orang2 kaya dan bangsawan, mereka tentu bisa
membayar mahal untuk obat2nya, tapi bagaimana dengan kaum miskin? Tentu
tidak.
Kebersihan
sangat minim pada masa abad pertengahan. Dan toilet pada masa abad
pertengahan itu 'sangat memukau' dan begitu primitf. Di kastil, kakus
terletak sangat dekat dengan ruang tidur, dan diletakan diluar tembok
kastil, dan memiliki saluran yang langsung mengarah ke parit atau
sungai, selain itu juga, membangun sebuah saluran panjang ke tanah sudah
cukup.
Toilet untuk para penguasa..umm
Pendidikan
Pendidikan
di masa abad pertengahan ini tidak merata kepada seluruh golongan.
Hanya beberapa golongan terpelajar, dan sisanya buta huruf dan tak bisa
menulis/membaca. Masyarakat biasa tidak mampu membayar biaya untuk
pendidikan, dan para pemimpinnya tidak memperdulikan pendidikan rakyat
miskinnya.
Bahasa
wajib saat abad pertengahan adalah bahasa Latin, walaupun memang tiap2
negara mempunyai bahasa mereka masing-masing. Dan bahasa latin cukup
sulit untuk dipelajari. Buku2 teks biasanya memakai bahasa latin, dan
bahasa latin hanya diajarkan di biara2.
Yang menarik adalah para elit2 militer saat itu cukup berpendidikan.
Dan
pendidikan masih belum menyentuh kaum wanita. Banyak wanita yang tidak
mengerti tulis baca, buta huruf. Mereka biasanya hanya bertugas
mendampingi suami dan bekerja pekerjaan dapur. (ada yang mengenal Joan
of Arc? Dia adalah salah 1 tokoh abad pertengahan yang cukup terkenal.
Gadis sederhana dari keluarga petani yang memenangkan perang itu
ternyata buta huruf. Pada saat menulis surat kepada raja perancis saat
itu, dia hanya memakai inisial "X" di akhir suratnya, karena tak bisa
menulis namanya sendiri)
Lalu
kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Sebetulnya, sumber2 ilmu
pengobatan yang berasal dari Yunani Kuno, Romawi Kuno, Mesir dan dari
Timur diterjemahkan dengan salah. Tulisan aslinya bisa diterjemahkan
berkali2, dan hal itu dilakukan di jaman dimana kamus (atau google
translate) belum ditemukan. Bisa dibayangkan terjadi salah terjemahan
dimana-mana, belum lagi yang memahami bahasa asli dari tulisan itu
terbatas.
Situasi ini
sempat membaik setelah abad ketigabelas, dimana sekolah-sekolah dan
rumahsakit mulai bermunculan di Eropa, sehingga mempermudah informasi
tentang kesehatan. Namun, sayangnya, pada abad keempatbelas, Black Death
mengguncang Eropa.
Selama
abad pertengahan, memang ada hubungan kuat antara kesehatan dan
kepercayaan/agama. Pada masa itu, Orang yang sakit parah seperti kusta
adalah hukuman dari Tuhan, atau berbagai macam penyakit lainnya adalah
karena bekerja sama dengan setan atau menyembah setan.
Kelaparan dan Makanan selama abad pertengahan
Makanan
selama abad pertengahan ditentukan oleh kelas sosial seseorang. Makanan
seperti daging ayam, angsa, daging sapi, olahan susu dan keju, dan
sejumlah besar gandum dan tepung hanya diperuntukan untuk para keluarga
bangsawan dan penguasa. Jika tempat tinggalnya dekat dengan perairan,
ikan air asin atau tawar juga merupakan menu mereka.
Sedangkan
rakyat jelata? Iya, mereka memang mengolah ladang, tapi hasilnya dijual
untuk para orang kaya. Hasil uangnya dibelikan gandum hitam dan barley.
Air mereka dapatkan dari sumur. Dan minuman seperti ale adalah yang
populer kala itu.
Tentu saja, masyarkat kekurangan vitamin2 penting, dan kurangnya kalori.
Semasa
Perang Salib, para prajurit salib dari Inggris, jerman, italia,
perancis, yang pergi beperang sempat mencoba makanan2 asia. Dan setelah
itu, makanan2 Eropa dipengaruhi oleh masakan2 Asia
Situasi
kekurangan makanan seperti ini, tentu melahirkan kelaparan besar di
Eropa. Bahkan di dalam suatu kastil besar, para pemimpinnya tidak mampu
memiliki cukup gandum untuk masyarakatnya. Terjadi gizi buruk, dan tentu
orang2 yang meninggal karena kelaparan. Situasi ini memaksa orang untuk
membunuh ternak mereka sendiri untuk dimakan. The Great Famine adalah
masa dimana kurangnya pasokan makanan untuk masyarakat, sehingga terjadi
kelaparan hebat
Eropa
sempat mengalami penaikan populasi, tapi tak dibarengi dengan stok
makanan yang cukup. Turunnya suhu pada awal abad keempatbelas yang
menyebabkan kurangnya makanan.
Mungkin
kalian tahu tentang kisah Hansel dan Gretel? Bisa jadi kisah itu memang
berdasarkan kejadian Eropa saat kelaparan hebat itu terjadi.
Kali
ini saya akan lebih detil menceritakan tentang apa saja yang dimakan
masyarakat abad pertengahan. Makanan para kaya dan rakyat biasa sangat
berbeda. Para bangsawan dapat makan mewah dengan daging yang cukup. Dan
tentu saja rasa makanannya jauh lebih enak, karena mereka memiliki cukup
garam dan lada. Pada musim dingin sekalipun, mereka tetap bisa makan
enak dan nyaman. Saat itu, memang dikenal pisau dan sendok, namun belum
ada garpu. Sehingga, makan dengan tangan lebih dipilih.
gambar
di atas menunjukan suasana makan seorang raja. Tamu-tamu dan istrinya
duduk disampingnya. Orang-orang yang kurang penting biasanya duduk
dilantai, dan mereka hanya mendapatkan makanan sisa dari sang raja dan
orang-orang penting itu. Saya pernah nonton film yg menggambarkan
seorang upahan raja dan seorang raja yang lagi makan. Si upahan itu
hanya mendapatkan makanan sisa yang dilemparkan oleh si raja. Dan itu
benar.
Lalu
bagaimana dengan rakyat jelata? oh, tentu makanan mereka tidak semewah
itu. Makanan utama mereka adalah roti yang terbuat dari gandum
hitam/rye. Selain itu mereka juga memakan sup kental yang terbuat dari
rebusan kacang, buncis, bawang, dan apapun yang mereka tanam di ladang
mereka. Manis-manisan hanya dari buah beri dan madu. Mereka tidak banyak
memakan daging, dan mereka tidak bisa berburu sembarangan karena akan
dihukum oleh tuan tanah mereka jika ketahuan.
Roti
pada saat itu tidak hanya sebuah makanan saja, namun juga menjadi
semacam piring untuk menaruh daging. Roti sebagai alas makanan disebut trencher. Roti
juga bisa untuk menyerap minyak yang berlebihan saat menyiapkan
makanan. Minyak itu berasal dari minyak babi. Karena minyak itulah,
tangan bisa begitu licin dan berminyak, maka perlu mencuci tangan
sebelum dan sesudah makan.
Trencher :
Trencher sebagai alas makanan:
Saat
itu, memang dikenal pisau dan sendok, namun belum ada garpu. Sehingga,
makan dengan tangan lebih dipilih. Selain itu, biasanya setiap orang
pada masa abad pertengahan memiliki pisau mereka masing-masing, dan
mereka menggunakan pisau itu untuk makan dengan memakai bagian ujungnya.
Setelah selesai, pisau dibersihkan, dan ditaruh kembali ke sarungnya.
Dan pisau juga harus dibersihkan dari lemak yang menempel saat makan.
Jam
makan biasanya dimulai saat pukul 9 atau 10, kemudian makan malam pukul
5 sore. Katanya pada saat itu, jika ingin berusia sampai dengan 99
tahun, maka harus bangun pagi pada pukul 5, makan pada pulu 9, dan makan
malem pukul 5 sore, kemudian tidur pukul 9 malam
Pakaian selama abad pertengahan
Jangan
terkecoh. Mungkin kita sering melihat pakaian2 indah dan menawan dari
abad pertengahan, tapi itu semua diperuntukan untuk para orang kaya dan
bangsawan. Para petani dan rakyat jelata hanya memakai pakaian usang
dari wol atau linen.
Pakaian
tidak hanya untuk menutup tubuh, tetapi pakaian juga dipakai sebagai
pembeda : pria atau wanita, kaya atau miskin, tuan tanah atau petani
biarawan-orang awam. Pakaian bisa sebagai penunjuk status sosial si
pemakainya itu.
Para
prianya memakai tunic sampai dengan batas lutut, sementara para
biarawan memakai tunicnya hingga menyentuh lantai. Tunic para bangsawan
dan raja juga panjang hingga menyentuh lantai. Tunic itu dipakai untuk
acara tertentu. Celana dengan bahan wol kadang dipakai dibalik tunic
itu. Para bangsawan memakai celana yang lebih ketat di balik tunic
mereka. Celana ketat itu ditenun, sehingga jadinya tidak begitu ketat
dan tak begitu pas. Sepatu juga dipakai, jika mampu membelinya atau
membuatnya.
pakaian wanita dari kalangan rakyat biasa
Kaum
wanitanya memakai tunic hingga sampai pergelangan kaki. Jika mereka
mampu, kaum wanitanya juga memakai kain linen di balik tunicnya, dan wol
di bagian luarnya. Mereka juga memakai jubah yang terbuat dari wol jika
akan berpergian. Biarawatinya juga memakai tunic yang hampir mirip,
namun warnanya hitam atau putih saja. Untuk para wanita bangsawan,
mereka juga memakai penutup kepala, dan memiliki dahi yang lebar dan
tinggi (karena rambut mereka dicabuti demi mendapat dahi tinggi itu)
Dahi tinggi dianggap cantik.
Sayangnya,
tidak banyak pakaian-pakaian itu yang tersisa. Untuk mempelajari
pakaian yang dipakai masyarakat abad pertengahan melalui
lukisan-lukisan, patung, gambar-gambar yang tersisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar