Minggu, 29 April 2012

Mengenal Kehidupan Masyarakat Abad Pertengahan

Menyukai berbagai game dengan setting Eropa Abad pertengahan? Atau menyukai berbagai film dengan setting yang sama? Pada tulisan kali ini, saya akan mengangkat topik tentang kehidupan masyarakat Eropa abad pertengahan.
Secara umum, Abad pertengahan dimulai pada sekitar tahun 476 sampai dengan 1453, namun perkiraan tahun ini juga bisa berubah-ubah sesuai dengan sumber apa yang dipakai.



Lokasi ideal untuk membangun suatu kota atau desa
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin membangun kota atau desa pada abad pertengahan, diantaranya :

a. Letaknya dekat dengan suatu kastil
Jika kota/desa dekat dengan suatu kastil, maka anda akan mendapatkan perlindungan dari para prajurit dan ksatria di dalamnya. Aman dari para penjarah dan penjahat tentu saja. Selain itu, dapat menarik banyak pedagang untuk melakukan transaksi di sana, dan tentu saja bisa menarik lebih banyak penduduk di sana. Banyak penduduk tentu makin banyak pajak yang bisa ditarik. Jika penduduk tak mendapatkan perlindungan, maka mereka bisa meninggalkan kota itu kapan saja.

b. Terletak di area tinggi
Jika kota/desa itu terletak di area yang lebih tinggi, maka ada kelebihan yang bisa didapat. Anda akan lebih mudah melihat musuh yang datang dari kejauhan. Maka dapat melakukan persiapan lebih matang jika musuh menyerang. Selain itu, dengan letaknya yang tinggi, musuh akan lebih sulit menyerang.

c. Dekat dengan sumber air
Air adalah elemen penting kehidupan. Sangatlah baik jika kota/desa dekat dengan sungai, maka warga anda akan lebih mudah mengambil air, dan tentu lebih mudah mendapat suplai air bersih. Selain itu, sungai yang lebar dengan arus yang deras berfungsi sebagai benteng alam yang melindungi dari serangan musuh.

d. Dekat dengan sumber alam
Untuk membangun rumah, maka diperlukan batu-batu dan kayu, Batu selain lebih kuat dari serangan musuh, dapat juga dipakai untuk tembok pelindung, dan juga sebagai senjata. Kayu selain mudah dimanfaatkan, juga berguna untuk membuat api di tungku. Kayu juga bisa menjadi senjata dan menjadi berbagai peralatan seperti palu dan kapak.

e. Tanah yang gembur dan subur
Tentu selain sumber air, makanan adalah yang penting untuk manusia. Makanan bisa didapat dari alam, misalnya memburu hewan atau memancing. Namun perlu juga menanam berbagai sayuran dan tumbuhan lainnya. Gandum adalah makanan pokok masyarakat saat itu, sama seperti nasi untuk kita. Tanah yang subur tentu akan membuat menanam lebih mudah.

2. Rumah pada abad pertengahan
Ada perbedaan pada rumah-rumah yang dimiliki rakyat biasa dan para bangsawan atau tuan tanah. Yang membedakan adalah dari bahan apakah mereka dibuat. Hanya sedikit rumah pada masa itu yang masih bertahan, karena bahan-bahan yang membuatnya tidak bertahan lama. Rata-rata yang masih bertahan adalah rumah-rumah para bangsawan, karena terbuat dari batu.

a. Rumah para bangsawan 


Gambar di atas adalah rumah dari abad ketigabelas yang sudah direkronstruksi ulang. Rumah itu dihuni oleh sang pemilik rumah dan para pelayannya. Ada 2 ruangan, yang satu terdapat sebuah perapian adalah ruang utama. Sedangkan yang satunya lagi terdapat sebuah tungku batu. Keadaan di dalam rumah sangat sumpek dan penuh asap, karena hanya ada satu jendela dan tidak ada cerobong asap. Hewan-hewan peliharaan mereka biasanya diletakan di sebuah kandang kayu di luar rumah.

Sesudahnya, rumah para bangsawan ini mengalami perubahan yang lebih baik. Sekarang rumah2nya terbuat dari batu bata, namun perlu diingat di sini batu bata masihlah mahal, jadinya rumah-rumah itu setengahnya dibuat dari kayu. Rumah-rumah ini dikenal sebagai Tudor House.


Rumah Tudor ini memiliki atap yang terbuat dari jerami atau ilalang yang ditumpuk-tumpuk di atas rangka atap. Rumah Tudor juga memiliki jendela dan cerobong asap. Namun hanya rumah-rumah Tudor yang dimiliki oleh yang amat kaya yang memiliki jendela dari kaca. Kaca saat itu sangatlah mahal. Jika tidak mampu membeli kaca, maka sebagai penggantinya dipakailah kayu yang bisa dibuka dan ditutup. Rumah ini biasanya memiliki lebih dari 1 lantai.



b. Rumah para rakyat biasa



Awalnya, rumah rakyat biasa hanya terbuat dari ranting kayu, atau jerami, atau dari lumpur. Mereka tidak mampu membayar orang untuk membangun rumahnya, maka mereka sendirilah yang membangunnnya. Hanya ada satu ruangan, dan juga termasuk tempat menaruh hewan mereka.


Namun pada tahun 1348, wabah Black Death yang menewaskan banyak warga membuat turunnya populasi, dan menyebabkan makin sedikitnya orang yang bisa menggarap lahan sang kaya raya. Sehingga akhirnya, para tuan tanah itu membayar lebih mahal, karena upahan makin sedikit dan langka. Karena bertambahnya jumlah pemasukan mereka, para rakyat ini mampu membangun rumah yang lebih baik lagi yang terbuat dari Wattle and Daub.


Wattle and Daub di sini adalah rumah yang terbuat dari kayu-kayu yang dilapisi/dilumuri oleh campuran air, tanah, tanah liat pasir, dan jerami. Kemudian ditutupi oleh lumpur, dan jika mengering nanti, akan menjadi dinding yang lebih keras.

Kehidupan Masyarakatnya dan pembagian kelas :

Rakyat biasa pada abad pertengahan, mereka terbagi atas kasta-kasta tertentu dan memakai sistem mengabdi kepada sang pemilik tanah :

1. orang-orang bebas
Mereka berjumlah sangat sedikit, mereka membayar dan menyewa tanah kepada sang pemilik tanah, dan mereka hanya memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali kewajiban yang harus mereka lakukan kepada sang tuan tanah

2. petani/cottars
Mereka memiliki sebuah rumah yang mereka sewa dari tuan tanah, dan memiliki tanah milih tuan tanah yang harus mereka garap

Dalam masyarakat abad pertengahan, seorang anak akan tinggal bersama keluarga mereka, namun karena wabah penyakit yang menyebabkan anggota keluarga anak itu meninggal, dia bisa saja tinggal bersama saudaranya yang lain. Anak itu juga bisa saja diasuh oleh kakek-neneknya jika orang tua mereka sudah meninggal sejak mereka masih kecil.

Pendidikan memang terbatas, sangat sedikit yang bisa bersekolah. Anak-anak rakyat biasa biasanya bekerja di ladang atau membantu merawat adik-adiknya. Sedangkan yang berasal dari keluarga yang agak kaya, ada beberapa dari mereka yang menjadi biarawan-biarawati. Di biara, mereka bisa mendapatkan pendidikan baca dan tulis. Jika berasal dari keluarga yang amat kaya, biasanya akan mendapatkan pendidikan secara privat di rumah.

Para remaja abad pertengahan biasanya juga bekerja diladang, atau juga bisa membantu pekerjaan orang-orang sekitarnya, misalnya membantu memberi makan hewan. Mereka juga bekerja sebagai pelayan di keluarga yang kaya. Atau mereka juga sebagai trainee pandai besi. Rata-rata, mereka tinggal dengan orang yang memperjakan mereka.

Orang-orang abad pertengahan 

Inilah mereka, yang hidup di masa abad pertengahan.

1. Raja
Raja atau bangsawan yang memerintah atas suatu daerah. Untuk melindungi daerahnya dari serbuan orang asing, maka dia memberikan kuasa kepada para vassal. Vassal diberikan kekuasaan, sebagai gantinya mereka harus melindungi daerah milik sang raja.

2. Vassal
Vassal diberikan sejumlah tanah dari raja. Tanah itu disebut fiefs. Vassal memiliki kekuasaan atas fiefs mereka, dan bisa sebagai 'raja kecil'. Bisa saja, ada orang yang menjadi vassal, tetapi juga sekaligus dia adalah seorang raja di tempat lain.

3. Ksatria
Ksatria adalah para petarung yang melindungi suatu wilayah. Ksatria berjanji setia kepada sang raja dan raja juga memberikan wilayah kepada mereka. Tidak sembarangan orang bisa menjadi ksatria, hanya anak-anak dari bangsawan yang bisa. Mereka dicalonkan sebagai ksatria dari usia 7 tahun, dan mendapat berbagai pelajaran dan berbagai ilmu seperti ilmu pedang. Di usia 13-14 tahun, mereka menjadi squires dan mulai berlatih bertempur di atas kuda. Dan pada usia 21 mereka ditahbiskan menjadi ksatria. Upacaranya dengan berlutut di hadapan sang raja, dan berjanji setia, dan raja memberikan mereka gelar sambil menaruh pedang di atas bahunya.

4. Wanita bangsawan
Mereka adalah istri atau anak dari bangsawan. Mereka mengurusi rumah tangga dan mengurusi anak. Mereka juga bisa menolong dan membantu yang sakit. Dalam beberapa kasus, ada juga wanita bangsawan yang bisa mempunyai tanah mereka sendiri, yang merupakan warisan dari suami atau orang tuanya. Wanita bangsawan juga bisa sebagai wakil dari raja atau si bangsawan itu jika mereka sedang tidak ada di tempat. Wanita itu bisa memerintah dan bahkan jika disuruh oleh rajanya, dia bisa mengirimkan ksatria dan prajurit ke medan perang.

5. Uskup(bishop)
Uskup adalah pemimpin gereja, yang berada dibawah kuasa Paus dan Uskup Roma. Uskup rata-rata dari kalangan bangsawan. Uskup membawahi para pastur gereja, biarawan, dan suster dan mengurusi urusan administrasi gereja.

6. Pastur
Pastur yang melakukan berbagai kegiatan rohani di gereja seperti memimpin misa, kotbah.

7. Biarawan dan biarawati
Biarawan dan biarawati adalah pria dan wanita yang menyerahkan seluruh hidup mereka kepada Tuhan dan tinggal di asrama atau biara. Mereka hidup sangat sederhana. Mereka tidak menikah, dan mereka sangat mencurahkan hidupnya untuk Tuhan. Mereka juga bisa sebagai dokter yang menyembuhkan orang sakit dan menolong yang miskin.

8. Friars/bruder
Nama panggilan bagi seorang rohaniwan Katolik. Bruder biasanya termasuk ordo Agustinus, Karmelit, Dominikan, Fransiskan, dan FIC. Perbedaan antara bruder dengan biarawan ialah bahwa para bruder hidup dalam kesederhanaan dan kesajahaan sebagai tanda kebaktian bagi komunitas, berbeda dengan para biarawan yang pekerjaannya hanya berdoa dan bermeditasi saja. Pada abad pertengahan, bruder berkeliling untuk menyebarkan ajaran dan berada langsung di masyarakat.

9. Serf
Kebanyakan, para petani adalah serfs. Mereka tinggal disuatu komunitas kecil yang berada di suatu wilayah yang dipimpin oleh vassal atau raja. Hidup mereka sangat diatur oleh si pemimpinnya, dan mereka tidak bisa pergi dari sana atau menikah tanpa seijin tuan mereka. Serf menanami dan memanen tanah tuan mereka, dan merawat ternak, memotong kayu bakar, bekerja di ladang. Jika serf memiliki cukup uang, mereka bisa membeli kebebasan mereka dan menjadi orang-orang bebas (freeman)

10. Pelayan
Pelayan adalah orang yang bekerja di rumah si penguasa atau bangsawan. Dialah yang melakukan kegiatan seperti memasak, mencuci, mengepel, dan kegiatan rumah tangga lainnya.

11. Pedagang
Mereka adalah pedagang yang berdagang benda-benda seperti hasil alam, garam, besi, kain. Seiring berjalan waktu, barang-barang yang diperjual belikan juga bervariasi.

12. Minstrels
Adalah para penghibur yang berkeliling dari kota ke kota, dalam grup. Rata-rata mereka adalah penyanyi atau pemain musik, tapi mereka juga bisa melakukan aksi lainnya seperti pertunjukan akrobatis, menari, bermain juggling. Minstrel memiliki nama yang menjadi pembeda

The Manor

Seorang raja biasanya akan menyewakan sebidang tanah kepada seorang Baron. Seorang Baron memiliki kuasa penuh atas tanah yang ia miliki, asalkan dia tetap royal dan membayar kewajibannya kepada raja. Tanah itu disebut Manor

a. Kastil

Kebanyakan para Baron membangun kastil besar untuk melindungi mereka dan keluarganya dari serangan musuh.

b. Gereja

Gereja adalah bangunan utama dari manor. Agama utama saat itu adalah Katolik Roma, maka sebuah bangunan gereja amat diperlukan. Para uskup(bishop) saat itu sangat makmur dan sejahtera, mereka juga berpengaruh pada pemerintahan. Sementara para pastur biasa hidup biasa saja dan tidak semewah itu. Tugas mereka adalah merawat yang sakit dan berkotbah saat Misa.

c. Manor House

Rumah sang Baron. Biasanya besar dan mewah, menunjukan status mereka sebagai penguasa.

d. Villein
Tanah-tanah luas yang dimiliki oleh sang Baron biasanya digarap oleh para rakyat biasa dan orang yang diupah oleh sang Baron. Rumah mereka dikelilingi oleh halaman yang disebut 'toft' dan sebuah sebuah kebun yang disebut 'croft'. Mereka menggarap tanah, dan hasil buminya dipakai untuk membayar pajak dan membayar uang kepada para ksatria. Rumah inilah yang saya bahas pada tulisan tentang rumah-rumah rakyat biasa di atas itu.


Sistem hukum abad pertengahan

Menarik sekali saat saya mencari tahu tentang bagaimana keadilan ditegakan saat abad pertengahan, karena masih sangat 'primitif' sekali. Tidak ada polisi dan lembaga hukum saat itu, jadinya masih sangat tergantung pada masyarakatnya. Seperti hukum rimba saja gitu. Hukuman saat itu sangat ngeri2, dan sudah saya bahas tentang berbagai alat penyiksaan abad pertengahan yang sangat 'wow' itu.

The Manorial Court (Trial by Jury)

Sistem ini mengingatkan saya kepada sistem sekarang. Namun, versi yang masih kasarnya. Jika ada yang melanggar hukum, maka si terdakwa itu akan dihadapkan pada tuan tanah sebagai hakim, lalu ada 12 orang juri yang berasal dari warga yang sudah dipilih sendiri juga oleh warga. Para juri itulah yang menentukan bersalah atau tidaknya si terdakwa itu, termasuk hukumannya. Biasanya ini hanya untuk pelanggaran ringan.

The King's Court (Trial by Ordeal)

Sistem ini dipakai jika pelanggarannya sudah berat sekali. Sang terdakwa akan dihadapkan pada berbagai siksaan dan percobaan yang berat, jika terdakwa itu berhasil lolos dan selamat dari siksaan itu, maka dia tak bersalah.

a. Ordeal by Fire
Sang terdakwa akan dipaksa untuk menggenggam sebatang besi panas,dan terus memegangnya sambil berjalan beberapa langkah. Sebelumnya, tangan mereka akan diperban terlebih dahulu. Beberapa hari kemudian, si terdakwa akan dilihat kembali tangannya. Perban dibuka, dan jika tangannya menunjukan tanda kesembuhan atau sudah sembuh maka dia bersih. Tapi, jika sebaliknya, maka dia bersalah.

b. Ordeal by Water
Terdakwa akan dilemparkan ke dalam air. Jika ia mengapung, dia tidak bersalah. Jika ia tenggelam, maka ia bersalah.

c. Ordeal by Combat
Bertarung sampai mati. Pemenangnya adalah orang yang benar.

Kehidupan di dalam dan diluar kastil

Lalu bagaimana kehidupan selama abad pertengahan itu? Kita bisa mendapat gambaran melalui film-film, namun pada kenyataannya mungkin tidak seperti pada film. Kehidupan pada masa abad pertengahan diwarnai dengan berbagai hal seperti wabah penyakit Black Death yang hampir menyapu 3/4 populasi Eropa, sistem feodalisme, kurangnya pengetahuan tentang kedokteran dan ilmu pengetahuan, dan perilaku yang buruk kepada kaum wanita (karena wanita dihubungkan pada kegiatan ilmu sihir, witchcraft), belum lagi dengan kurangnya makanan dan kelaparan. Belum lagi masalah-masalah yang terdapat pada suatu desa atau suatu masyarakat. Dan tentu kalian tahu banyak alat-alat penyiksaan mengerikan yang berasal dari abad pertengahan. Alat-alat penyiksaan itu berbeda-beda di setiap daerah dan negara.

Bagi yang sering bermain game-game strategi dengan tema Eropa abad pertengahan tentu tak asing dengan masyarakat yang hidup dalam kastil. Dahulu, saat masyrakat belum tinggal di dalam suatu daerah yang dikeliling kastil, banyak ancaman penjarahan dan perampokan, belum lagi mudahnya diserang oleh musuh. Pada tahun 1066, kehidupan dalam kastil mulai dikenal.

Namun hidup dalam kastil juga melahirkan masalah tersendiri. Misalnya untuk pembangunannya tentu memakai tenaga para rakyatnya. Suatu kastil biasanya dimiliki oleh seorang bangsawan, dan para rakyat jelatanyalah yang bekerja. Masalah-masalah yang dihadapi juga dari hal kesehatan. Wabah penyakit yang menyebar, dan kurangnya pengetahuan tentang ilmu kedokteran. Bahkan, mandi ternyata kurang dikenal selama masa abad pertengahan Belum lagi dengan sanitasi dan MCK yang minim. Hidup dalam kastil memang menawarkan perlindungan dari serangan bangsa-bangsa barbar, tapi kastil tidak sehangat dugaan kita, apalagi ruangan bawah tanahnya.

Jika kastil sedang dalam masa perang, dan diserbu oleh pasukan musuh, timbul masalah baru. Misalnya musuh akan memutus jalur air bersih, mengepung kastil sehingga orang di dalamnya tak bisa keluar, atau melemparkan tubuh mayat yang membusuk untuk menyebarkan penyakit.

Masalah kesehatan dan sanitasi
Kalian tahu profesi priest dalam game Ragnarok Online? Ternyata, saat saya mengadakan riset dan pencarian data tentang ilmu pengobatan semasa abad pertengahan, saya terkejut. Para priest dalam game Ragnarok mengobati pasiennya dengan cara 'mendoakannya', dan itu memang betul.

Ilmu kedokteran memang sempat tak berkembang di masa abad pertengahan. Orang miskin mendapatkan pengobatan seadanya, dan hanya orang2 kaya atau bangsawan yang bisa mendapatkan pengobatan yang sebetulnya. Profesi dokter amat jarang ditemui. Pasien hanya didoakan, tanpa pengobatan dan obat2 yang memadai. Bagi orang2 kaya dan bangsawan, mereka tentu bisa membayar mahal untuk obat2nya, tapi bagaimana dengan kaum miskin? Tentu tidak.

Kebersihan sangat minim pada masa abad pertengahan. Dan toilet pada masa abad pertengahan itu 'sangat memukau' dan begitu primitf. Di kastil, kakus terletak sangat dekat dengan ruang tidur, dan diletakan diluar tembok kastil, dan memiliki saluran yang langsung mengarah ke parit atau sungai, selain itu juga, membangun sebuah saluran panjang ke tanah sudah cukup.


Toilet untuk para penguasa..umm



Pendidikan

Pendidikan di masa abad pertengahan ini tidak merata kepada seluruh golongan. Hanya beberapa golongan terpelajar, dan sisanya buta huruf dan tak bisa menulis/membaca. Masyarakat biasa tidak mampu membayar biaya untuk pendidikan, dan para pemimpinnya tidak memperdulikan pendidikan rakyat miskinnya.

Bahasa wajib saat abad pertengahan adalah bahasa Latin, walaupun memang tiap2 negara mempunyai bahasa mereka masing-masing. Dan bahasa latin cukup sulit untuk dipelajari. Buku2 teks biasanya memakai bahasa latin, dan bahasa latin hanya diajarkan di biara2.

Yang menarik adalah para elit2 militer saat itu cukup berpendidikan.

Dan pendidikan masih belum menyentuh kaum wanita. Banyak wanita yang tidak mengerti tulis baca, buta huruf. Mereka biasanya hanya bertugas mendampingi suami dan bekerja pekerjaan dapur. (ada yang mengenal Joan of Arc? Dia adalah salah 1 tokoh abad pertengahan yang cukup terkenal. Gadis sederhana dari keluarga petani yang memenangkan perang itu ternyata buta huruf. Pada saat menulis surat kepada raja perancis saat itu, dia hanya memakai inisial "X" di akhir suratnya, karena tak bisa menulis namanya sendiri)

Lalu kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Sebetulnya, sumber2 ilmu pengobatan yang berasal dari Yunani Kuno, Romawi Kuno, Mesir dan dari Timur diterjemahkan dengan salah. Tulisan aslinya bisa diterjemahkan berkali2, dan hal itu dilakukan di jaman dimana kamus (atau google translate) belum ditemukan. Bisa dibayangkan terjadi salah terjemahan dimana-mana, belum lagi yang memahami bahasa asli dari tulisan itu terbatas.
Situasi ini sempat membaik setelah abad ketigabelas, dimana sekolah-sekolah dan rumahsakit mulai bermunculan di Eropa, sehingga mempermudah informasi tentang kesehatan. Namun, sayangnya, pada abad keempatbelas, Black Death mengguncang Eropa.
Selama abad pertengahan, memang ada hubungan kuat antara kesehatan dan kepercayaan/agama. Pada masa itu, Orang yang sakit parah seperti kusta adalah hukuman dari Tuhan, atau berbagai macam penyakit lainnya adalah karena bekerja sama dengan setan atau menyembah setan.

Kelaparan dan Makanan selama abad pertengahan
Makanan selama abad pertengahan ditentukan oleh kelas sosial seseorang. Makanan seperti daging ayam, angsa, daging sapi, olahan susu dan keju, dan sejumlah besar gandum dan tepung hanya diperuntukan untuk para keluarga bangsawan dan penguasa. Jika tempat tinggalnya dekat dengan perairan, ikan air asin atau tawar juga merupakan menu mereka.

Sedangkan rakyat jelata? Iya, mereka memang mengolah ladang, tapi hasilnya dijual untuk para orang kaya. Hasil uangnya dibelikan gandum hitam dan barley. Air mereka dapatkan dari sumur. Dan minuman seperti ale adalah yang populer kala itu.

Tentu saja, masyarkat kekurangan vitamin2 penting, dan kurangnya kalori.

Semasa Perang Salib, para prajurit salib dari Inggris, jerman, italia, perancis, yang pergi beperang sempat mencoba makanan2 asia. Dan setelah itu, makanan2 Eropa dipengaruhi oleh masakan2 Asia

Situasi kekurangan makanan seperti ini, tentu melahirkan kelaparan besar di Eropa. Bahkan di dalam suatu kastil besar, para pemimpinnya tidak mampu memiliki cukup gandum untuk masyarakatnya. Terjadi gizi buruk, dan tentu orang2 yang meninggal karena kelaparan. Situasi ini memaksa orang untuk membunuh ternak mereka sendiri untuk dimakan. The Great Famine adalah masa dimana kurangnya pasokan makanan untuk masyarakat, sehingga terjadi kelaparan hebat

Eropa sempat mengalami penaikan populasi, tapi tak dibarengi dengan stok makanan yang cukup. Turunnya suhu pada awal abad keempatbelas yang menyebabkan kurangnya makanan.

Mungkin kalian tahu tentang kisah Hansel dan Gretel? Bisa jadi kisah itu memang berdasarkan kejadian Eropa saat kelaparan hebat itu terjadi.


Kali ini saya akan lebih detil menceritakan tentang apa saja yang dimakan masyarakat abad pertengahan. Makanan para kaya dan rakyat biasa sangat berbeda. Para bangsawan dapat makan mewah dengan daging yang cukup. Dan tentu saja rasa makanannya jauh lebih enak, karena mereka memiliki cukup garam dan lada. Pada musim dingin sekalipun, mereka tetap bisa makan enak dan nyaman. Saat itu, memang dikenal pisau dan sendok, namun belum ada garpu. Sehingga, makan dengan tangan lebih dipilih.


gambar di atas menunjukan suasana makan seorang raja. Tamu-tamu dan istrinya duduk disampingnya. Orang-orang yang kurang penting biasanya duduk dilantai, dan mereka hanya mendapatkan makanan sisa dari sang raja dan orang-orang penting itu. Saya pernah nonton film yg menggambarkan seorang upahan raja dan seorang raja yang lagi makan. Si upahan itu hanya mendapatkan makanan sisa yang dilemparkan oleh si raja. Dan itu benar.



Lalu bagaimana dengan rakyat jelata? oh, tentu makanan mereka tidak semewah itu. Makanan utama mereka adalah roti yang terbuat dari gandum hitam/rye. Selain itu mereka juga memakan sup kental yang terbuat dari rebusan kacang, buncis, bawang, dan apapun yang mereka tanam di ladang mereka. Manis-manisan hanya dari buah beri dan madu. Mereka tidak banyak memakan daging, dan mereka tidak bisa berburu sembarangan karena akan dihukum oleh tuan tanah mereka jika ketahuan.

Roti pada saat itu tidak hanya sebuah makanan saja, namun juga menjadi semacam piring untuk menaruh daging. Roti sebagai alas makanan disebut trencher. Roti juga bisa untuk menyerap minyak yang berlebihan saat menyiapkan makanan. Minyak itu berasal dari minyak babi. Karena minyak itulah, tangan bisa begitu licin dan berminyak, maka perlu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Trencher :



Trencher sebagai alas makanan:


Saat itu, memang dikenal pisau dan sendok, namun belum ada garpu. Sehingga, makan dengan tangan lebih dipilih. Selain itu, biasanya setiap orang pada masa abad pertengahan memiliki pisau mereka masing-masing, dan mereka menggunakan pisau itu untuk makan dengan memakai bagian ujungnya. Setelah selesai, pisau dibersihkan, dan ditaruh kembali ke sarungnya. Dan pisau juga harus dibersihkan dari lemak yang menempel saat makan.

Jam makan biasanya dimulai saat pukul 9 atau 10, kemudian makan malam pukul 5 sore. Katanya pada saat itu, jika ingin berusia sampai dengan 99 tahun, maka harus bangun pagi pada pukul 5, makan pada pulu 9, dan makan malem pukul 5 sore, kemudian tidur pukul 9 malam

Pakaian selama abad pertengahan
Jangan terkecoh. Mungkin kita sering melihat pakaian2 indah dan menawan dari abad pertengahan, tapi itu semua diperuntukan untuk para orang kaya dan bangsawan. Para petani dan rakyat jelata hanya memakai pakaian usang dari wol atau linen.

Pakaian tidak hanya untuk menutup tubuh, tetapi pakaian juga dipakai sebagai pembeda : pria atau wanita, kaya atau miskin, tuan tanah atau petani biarawan-orang awam. Pakaian bisa sebagai penunjuk status sosial si pemakainya itu.





Para prianya memakai tunic sampai dengan batas lutut, sementara para biarawan memakai tunicnya hingga menyentuh lantai. Tunic para bangsawan dan raja juga panjang hingga menyentuh lantai. Tunic itu dipakai untuk acara tertentu. Celana dengan bahan wol kadang dipakai dibalik tunic itu. Para bangsawan memakai celana yang lebih ketat di balik tunic mereka. Celana ketat itu ditenun, sehingga jadinya tidak begitu ketat dan tak begitu pas. Sepatu juga dipakai, jika mampu membelinya atau membuatnya.


pakaian wanita dari kalangan rakyat biasa

Kaum wanitanya memakai tunic hingga sampai pergelangan kaki. Jika mereka mampu, kaum wanitanya juga memakai kain linen di balik tunicnya, dan wol di bagian luarnya. Mereka juga memakai jubah yang terbuat dari wol jika akan berpergian. Biarawatinya juga memakai tunic yang hampir mirip, namun warnanya hitam atau putih saja. Untuk para wanita bangsawan, mereka juga memakai penutup kepala, dan memiliki dahi yang lebar dan tinggi (karena rambut mereka dicabuti demi mendapat dahi tinggi itu) Dahi tinggi dianggap cantik.

Sayangnya, tidak banyak pakaian-pakaian itu yang tersisa. Untuk mempelajari pakaian yang dipakai masyarakat abad pertengahan melalui lukisan-lukisan, patung, gambar-gambar yang tersisa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
THANKS FOR VISITING DEWIMARLAINA.BLOGSPOT.COM